You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kalurahan Hargorejo
Logo Kalurahan Hargorejo
Kalurahan Hargorejo

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

PEMERINTAH KALURAHAN HARGOREJO I SOSIAL MEDIA : Instagram @kalurahan_hargorejo I Twitter @pemkalhargorejo I Youtube : Kalurahan Hargorejo

Apis Cerana Indica Sang Lebah Madu Idaman

Administrator 25 Januari 2022 Dibaca 5.169 Kali
Apis Cerana Indica Sang Lebah Madu Idaman

Lebah merupakan serangga penghasil madu dari Genus Apis. Selain madu lebah juga menghasilkan serbuk sari (polen), royal jelly, propolis, lilin lebah dan racun lebah. Jenis-jenis lebah madu cukup banyak,namun hanya beberapa diantaranya yang bisa dibudidayakan. Banyak spesies tawon di Indonesia. Diantaranya Apis dorsata ,Apis mellifera, Apis cerana . Apis trigona adalah produk madu yang banyak ditemukan di Indonesia berasal dari lebah madu berikut lebah lokal (Apis cerana).

Penyebaran lebah madu jenis lokal ini terdapat hampir diseluruh daerah di Indonesia khususnya Di Kokap . Produksi madu untuk lebah jenis ini antara 6-12 Kg per tahun untuk setiap koloni.

Namanya Bapak Sudiro, beliau mengawali usaha barunya mencoba budidaya tawon unduhan atau tawon jenis Apis cerana. Untuk bibit awalnya beliau memindahkan lebah dari alam ke sarang barunya. Kandangnya pun simpel dan mudah dibuat. Dengan usaha barunya ini Pak Sudiro yang tinggal di Padukuhan Ngaseman Rt 24 Rw 06 berharap kedepan bisa meningkatkan perekonomian keluarga dengan berbisnis madu.

Hasil panennya ,seperti petani petani lebah di wilayah Hargorejo dan sekitarnya tutur Pak Sudiro adalah lebah unggul (Apis mellifera) . Jenis lebah madu ini menjadi favorit para peternak lebah. Hal tersebut disebabkan karena produksi madu jenis ini tergolong sangat tinggi yang dapat mencapai 35-40 Kg per tahun per koloni. Selain itu, dari aspek budidaya lebah jenis unggul mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis iklim sehingga potensi hijrah lebah lebih minim ,akan tetapi untuk jenis ini di wilayah Kokap masih jarang. Bila dibudidayakan untuk diambil madunya pasti akan menghasilkan nilai ekonomi lebih bagi masyarakat.

Penulis   : Agus S

Editor      : Yuli S

Sumber  : Sudiro

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 4.284.048.511,95 Rp 4.338.322.758,00
98.75%
Belanja
Rp 3.930.586.979,00 Rp 4.252.189.549,00
92.44%
Pembiayaan
Rp -86.133.209,00 Rp -86.133.209,00
100%

APBK 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Kalurahan
Rp 20.137.300,00 Rp 20.137.300,00
100%
Hasil Aset Kalurahan
Rp 101.358.032,00 Rp 110.590.000,00
91.65%
Dana Desa
Rp 1.521.025.000,00 Rp 1.521.025.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 202.637.746,00 Rp 251.503.243,00
80.57%
Alokasi Dana Kalurahan
Rp 1.126.307.115,00 Rp 1.126.307.115,00
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 1.197.000.000,00 Rp 1.197.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Kalurahan
Rp 39.610.100,00 Rp 39.610.100,00
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Kalurahan
Rp 60.000.000,00 Rp 60.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 8.823.218,95 Rp 5.000.000,00
176.46%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 7.150.000,00 Rp 7.150.000,00
100%

APBK 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Kalurahan
Rp 1.604.877.519,00 Rp 1.716.760.604,00
93.48%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan
Rp 1.056.931.865,00 Rp 1.159.283.470,00
91.17%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kalurahan
Rp 239.476.600,00 Rp 322.991.375,00
74.14%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan
Rp 896.100.995,00 Rp 900.419.200,00
99.52%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Kalurahan
Rp 133.200.000,00 Rp 152.734.900,00
87.21%